Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Bukan Hanya Sekolah, Orangtua Juga Bertanggungjawab Terhadap Pendidikan Anak

Tahun ini gue diangkat lagi sebagai staf kesiswaan di sekolah tempat gue ngajar. Satu sisi gue seneng tapi di sisi lain gue sedih. Kenapa seneng? Karena gue tipe orang yang gak bisa diam dan cepat bosan kalo gak ada kerjaan, jadi dengan aktif di kesiswaan gue jadi ada kerjaan lain yang menuntut gue untuk selalu aktif. Kenapa sedih? Karena terkadang masalah yang terjadi pada siswa yang gue tanganin itu penyebabnya sangat kompleks.  Murid-murid yang sekolah di tempat gue ngajar itu kebanyakan berasal dari kalangan ekonomi menegah bawah. Seperti pada umumnya masyarakat ekonomi bawah lainnya, para orangtua disibukkan untuk mencari rezeki halal, siang dan malam, suami dan istri bekerja semua. Apa salah? Menurut gue kagak meskipun untuk ibu atau istri seharusnya hanya memiliki porsi kerja sedikit saja dan sisanya menjadi ibu rumah tangga dan guru utama bagi perkembangan mental anak. Mengapa demikian? Nah, ini yang terjadi di sekolah tempat gue ngajar. Kebanyakan anak yang nakal, tid...

Handphone dan Mengajar

Gambar
Salam semua. Sekarang kita mau membahas tentang gadget (handphone) yang gue pakai sehari-hari tapi bisa menunjang aktifitas mengajar gue. Ini gak bermaksud promosi merk handphone tertentu ya. Tapi sebagai bahan sharing kalo ada yang baca satu profesi kayak gue, yaitu guru...hehehe. Saat ini gue pakai blackberry Z10 Ini hape mahal, tapi gue beli seken aja biar gak sampai menguras isi kantong gue terlalu dalam..hehe Oke, apa aja yang bisa gue pake dari hape ini tuk menunjang aktifitas mengajar gue: Push Email   Aplikasi ini sangat membantu dalam menjalankan tugas gue. Karena banyak surat, lembar penilaian, soal ujian sekarang dikirim via email. Buka email di laptop, bisa. Tapi lebih memakan waktu ketimbang gue buka via handphone. Apalagi kalo hanya sekedar memastikan email yang dikirim ke gue itu benar. Buka lewat handphone jauh lebih mudah pastinya.        2. Evernote Aplikasi ini memang bukan hanya ada di OS Blackberr...

SAFETY RIDING YUK BRO

Gambar
Di zaman ketika mobilisasi masyarakat adalah sebuah keniscayaan, masyarrakat memerlukan moda transportasi yang mudah, aman, efisien, dan efektif. Semua itu demi memudahkan kegiatan masyarakat dalam menjalani kehidupannya sehari hari. Oke, cukup segitu aja gue pakai bahasa Indonesia yang enak dibaca. Selebihnya pakai bahasa gue aja dah...hehehe Para pemirsa sekalian, belum lama ini ibukota Jakarta baru saja mendapat predikat sebagai salah satu kota termacet di dunia. Yup, kita bangga dong (ya enggak lah). Karena semakin banyak kendaraan yang lalu lalang di jalan tetapi jalannya gak nambah-nambah. Baik panjang maupun lebarnya. Oke, biar itu menjadi urusan pemerintah. Yang gue mau bahas disini adalah banyaknya pengendara yang memakai kendaraan seenak udelnya. yang SIM-nya mungkin boleh nembak, atau bahkan gak punya SIM. Bro, kita tau kalo di jalanan itu kita gak sendirian. Dan manusia itu kalo gak diatur pasti keluar sifat alamiahnya kayak sifat egois, dan lain-lain. Oleh kar...

Hidup Ini "Belum" Seindah Yang Dibayangkan

Assalamu'alaikum para pemirsa yang budiman ^_^ Oke, sebagaimana yang diketahui profesi gue adalah guru. Guru yang (maunya) gak hanya bisa ngajar tapi mempunyai kelebihan lain (kalo ini dibilang kelebihan) yaitu paham teknologi alias gak gaptek. Nah, gue kan juga wali kelas dengan anak sebanyak 32 kepala. Banyak? masih sedikit dibanding kelas 9 yang rata-rata 40-an anak. Nah, untuk memudahkan komunikasi gue dengan mereka gue pake Blackberry Messenger (BBM). Sekitar 2 pekan lalu (udah lama ya) ketika hujan besar melanda Jakarta selama seharian penuh daerah mampang kebanjiran. Karena sekolah gue di mampang otomatis kebanyakan muridnya adalah warga mampang. Singkat cerita banyak murid gue yang rumahnya kebanjiran. Malam hari sekitar pukul 20.00 ada murid gue nge"ping" di bbm gue. gue tanya ada apa, ternyata dia mau izin besok gak masuk. Ini anak memang selalu ceria jadi tulisannya banyak diisi emoticon tertawa. Awalnya dia cerita siang tadi pulangnya susah karena banjir...

Tips Parkir Aman Di Parkiran Sekolah ^_^

Motor gue habis di cuci nih. Sudah bersih bin kinclong tampilannya. Dari senin hingga jumat gue kendarai belalang tempur (motor) gue ke sekolah. Di sekolah gue abang-abang jajanan menggelar dagangannya di balik pagar halaman sekolah. Yang gak enak adalah belum tersedianya fasilitas bangku untuk anak-anak makan dan minum disitu. karena di halaman sekolah ada puluhan motor terparkir, jadilah motor-motor ini bangku dadakan. Yah namanya juga anak-anak (usia SMP) kalo sudah makan-minum sambil ngobrol suka lupa keadaan. Sering tuh kaki mereka mejeng diatas jok, sampai stang motor. ampyuunn...alhasil, motor yang sudah kinclong hanya bertahan 1 hari sebelum kuah mie, saos otak-otak, atau es sirup tumpah di jok, knalpot, dan di sekujur motor yang membuat belalang tempur dah kayak belalang goreng (butek and jelek). Tapi dari pengalaman gak enak ini, gue punya tips hasil dari pengalaman pribadi agar gimana anak-anak males deket-deket motor kita. check it out: Parkir di tempat sej...

Lupa Dengan Hak Tubuh

Pagi ini (ahad, 25 Januari 2015) gue lagi asik-asik tiduran. Libur yang cuma 1 hari dalam sepekan ditambah cuaca yang lagi adem ayem jadi bikin ngantuk. eh, baru 3 menit-an tidur ada telepon masuk. Gue angkat, ternyata dari guru kesiswaan. Gue ditanyain jadi dateng gak ke sekolah. Gue lupa, tahun ajaran ini kan gue dikasih amanah baru sebagai pembina OSIS..hehehe... Sudah jadi kegiatan rutin buat OSIS setiap ahad pagi latihan baris-berbaris di lapangan sekolah. Yowis, gue ganti seragam kebesaran dan langsung tancap gas ke sekolah. Sampai sekolah anak-anak dah pada baris. Tapi kok berbarisnya di halaman bukan di lapangan. Ternyata anak-anak ibtidaiyah lagi ada praktek olahraga, so, lapangan di pakai. Akhirnya gue dan rekan gue yang bingung. gimana mau latihan kalo begini...halaman kan sempit. Aha, langsung terbesit ide di kepala gue. gue bilang ke rekan gue: "pak, kita jalan pagi aja. sekali-kali anak-anak kita ajak jalan bareng. Jangan baris-berbaris melulu". Ok...

Hukuman Mati Yes or No

Pas ada wacana hukuman mati untuk para koruptor, gue setuju banget. Dalam benak gue koruptor itu sama dengan pembunuh berdarah dingin. Bedanya dengan pembunuh yang menggunakan pistol dimana korban langsung tewas, kalau korban narkoba matinya perlahan-lahan, namun menyakitkan. Dari yang mulai kecanduan sampai akhirnya ada yang over dosis, bunuh diri karena putus asa, depresi, dan lain sebagainya. Begitulah awal mula kenapa gue setuju dengan hukuman mati untuk para koruptor. Presiden kita yang baru buat gebrakan dengan menolak memberikan grasi terhadap terdakwa kasus narkoba yang sudah dijatuhi hukuman mati. Gue seneng dong, terlepas dari bau-bau politik yang mengikuti. Maka dieksekusi-lah 5 WNA dan 1 WNI gembong narkoba tanggal 18 Januari 2015. Namun setelah eksekusi itu, pendapat gue agak berubah. Kayaknya terlalu kejam ya meskipun mereka juga merenggut nyawa orang lain. Bisa dibayangkan bagaimana kalutnya perasaan mereka yang mengetahui bahwa ini hari terakhir mereka hidup di duni...